<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516</id><updated>2011-12-16T23:16:20.689-08:00</updated><title type='text'>dwi agung prasetyo's blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-2340333650401614806</id><published>2011-07-15T19:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T19:59:17.700-07:00</updated><title type='text'>Alam Semesta Bukan Ciptaan Tuhan? *</title><content type='html'>Fisikawan terkemuka asal Inggris, Stephen Hawking, dalam buku terbarunya yang berjudul The Grand Design berpendapat bahwa alam semesta tak diciptakan oleh Tuhan. Menurutnya, peristiwa Big Bang yang menjadi awal pembentukan alam semesta tercipta akibat hukum gravitasi dan bukan karena adanya campur tangan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena adanya hukum gravitasi, alam semesta bisa dan akan tercipta dengan sendirinya. Penciptaan yang spontan itu adalah alasan mengapa sesuatu itu ada, mengapa alam semesta itu ada, mengapa kita ada," tegas Hawking dalam buku terbarunya itu yang ditulis bersama Leonard Mlodinow, fisikawan asal AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang akan segera terbit pada 9 September mendatang di Inggris itu, Hawking meyakinkan bahwa "M-Theory", sebuah bentuk dari string theory, bisa menjelaskan penciptaan alam semesta. "Tidak perlu membawa-bawa Tuhan seolah-olah Ia yang memicu terciptanya alam semesta," tulis Hawking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Hawking bertentangan dengan Isaac Newton yang mengatakan bahwa alam semesta adalah ciptaan Tuhan karena tidak mungkin alam tercipta dari chaos. Pemikiran Hawking yang ditulis dalam buku barunya itu datang dari sebuah observasi pada 1992 yang meneliti sebuah planet serupa Bumi yang mengelilingi sebuah bintang yang mirip Matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara kebetulan kondisinya mirip sistem tata surya kita dengan matahari tunggal, dan kombinasi yang benar-benar sangat mirip antara jarak Bumi-Matahari dan massa matahari sehingga bukan menjadi hal yang luar biasa dan tidak terbukti bahwa Bumi dirancang secara khusus hanya untuk kehidupan manusia," jelas Hawking kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut bertolak belakang dengan pendapat sebelumnya. Dalam bukunya yang terbit pada tahun 1988, A Brief History of Time, Hawking menegaskan kepercayaannya akan campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. "Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap maka itu akan menjadi kemenangan besar dari nalar manusia. Untuk itu, kita harus mengetahui pikiran Tuhan," tulis Hawking, pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* diambil dari kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-2340333650401614806?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/2340333650401614806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/07/alam-semesta-bukan-ciptaan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/2340333650401614806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/2340333650401614806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/07/alam-semesta-bukan-ciptaan-tuhan.html' title='Alam Semesta Bukan Ciptaan Tuhan? *'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-5770169431673850042</id><published>2011-06-29T08:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-29T08:03:37.213-07:00</updated><title type='text'>LAPORAN STUDI KASUS</title><content type='html'>Segala Puji bagi Tuhan atas segala limpahan rahmat kepada kita, sehingga kita masih dapat menikmati segala kebesarannya.&lt;br /&gt;Alasan saya memilih (YC) sebagai bahan study kasus saya adalah karena peliknya masalah yang dia hadapi. Berasal dari latar keluarga cerai, yang selanjutnya mengalami kekecewaan terhadap ayah dan neneknya. Kekecewaan tersebut berimbas pada akademisnya.&lt;br /&gt;A. Deskripsi Kasus&lt;br /&gt;YC merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan FXC dengan SU. Kedua orang tuanya bercerai ketika dia masih kelas 3 sekolah dasar. Praktis dia tinggal bersama papa, oma dan adik perempuannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. &lt;br /&gt;Ikatan emosional YC dengan FXC kurang begitu bagus meskipun intensitas pertemuan keduanya cukup. Hal tersebut dimungkinkan karena kekecewaan YC terhadap FXC. YC menganggap FXC telah mengkhianati cinta SU -ibu YC- sehingga SU menggugat cerai FXC. Akumulasi kekecewaan terhadap sang papa ini yang kemudian menyebabkan minatnya dalam hal akademis menjadi kurang bagus. YC menganggap FXC terlalu strength terhadap dirinya. YC juga memendam kekecewaan terhadap neneknya dikarenakan sering melarangnya unuk melakukan ini dan itu.&lt;br /&gt;Hubungan sosial YC dengan teman-temannya sebenarnya cukup bagus, hal itu penulis ketahui dari observasi ketika dia berada di kelas maupun di luar kelas. Tetapi sayang YC bermasalah ketika menyikapi suatu masalah. YC beberapa kali mengedepankan penyelesaian secara fisik dengan teman-teman yang terlibat masalah dengannya.&lt;br /&gt;Seperti yang penulis jelaskan di atas bahwa minat YC terhadap pelajaran agak kurang, indikasi dari hal tersebut adalah ketika penulis beberapa kali melihat YC berkeliaran di luar kelas ketika pelajaran sedang berlangsung.&lt;br /&gt;Dalam rentang waktu satu bulan penulis melaksanakan kegiatan PKL, YC tercatat beberapa kali tidak masuk sekolah dengan berbagai alasan. Alasan yang terutama adalah sakit.&lt;br /&gt;Data tentang YC adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Identitas Siswa&lt;br /&gt;a. Nama Lengkap   :  14 YC&lt;br /&gt;b. Nama Panggilan   :  Y&lt;br /&gt;c. Kelas    : VIII-H&lt;br /&gt;d. Nomor Induk   : 16592&lt;br /&gt;e. Tempat/ Tanggal Lahir  : Surabaya, 17 Mei 1997&lt;br /&gt;f. Jenis Kelamin    : laki-laki&lt;br /&gt;g. Agama    : Islam&lt;br /&gt;h. Kewarganegaraan   : Indonesia&lt;br /&gt;i. Alamat Tempat Tinggal  : Jl. Embong malang&lt;br /&gt;j. Jarak dari Rumah Ke Sekolah : 5 km&lt;br /&gt;k. Ke Sekolah di Tempuh dengan : Angkot&lt;br /&gt;l. Tinggal Bersama   : Ayah (single parent)&lt;br /&gt;m. Jumlah Saudara   : 1&lt;br /&gt;n. Anak Ke    : 1&lt;br /&gt;o. Laki-laki    : 1&lt;br /&gt;p. Perempuan    : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Identitas Orang Tua&lt;br /&gt;a. Nama Ayah    : Fransiscus Xaverius Christopher&lt;br /&gt;b. Agama    : Kristen&lt;br /&gt;c. Alamat Tempat Tinggal  : Jl. Embong malang&lt;br /&gt;d. Pekerjaan     : Karyawan Toyota&lt;br /&gt;e. Pendidikan Terakhir  : SMA&lt;br /&gt;f. Nama Ibu    : Sri utami&lt;br /&gt;g. Agama    : Islam&lt;br /&gt;h. Pekerjaan     : Swasta &lt;br /&gt;i. Pendidikan Terakhir  : SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Riwayat Pendidikan Siswa&lt;br /&gt;a. TK    : 2001 - 2003&lt;br /&gt;b. SDN    : 2003 - 2009&lt;br /&gt;c. SMP   : 2009 - sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Prestasi yang pernah diraih&lt;br /&gt;Prestasi yang pernah diraih tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Riwayat Kesehatan Siswa&lt;br /&gt;a. Kesehatan anak baik&lt;br /&gt;b. Belum pernah kecelakaan/sakit parah&lt;br /&gt;c. Bicara lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keadaan Jasmani Dan Kesehatan&lt;br /&gt;a. Keadaan Jasmani&lt;br /&gt;o Tinggi Badan    : 165 Cm&lt;br /&gt;o Berat Badan    : 57 Kg&lt;br /&gt;o Bentuk Badan    : tegap, agak gemuk&lt;br /&gt;o Warna Rambut    : Hitam&lt;br /&gt;o Warna Kulit    : Putih&lt;br /&gt;o Golongan Darah    : -&lt;br /&gt;b. Kesehatan&lt;br /&gt;o Keadaan Mata    : baik, agak sipit&lt;br /&gt;o Keadaan Telinga    : baik&lt;br /&gt;o Keterbatasan Jasmani   : -&lt;br /&gt;o Keadaan Umum Kesehatan  : -&lt;br /&gt;7. Waktu Konseling&lt;br /&gt;Proses Konseling dilaksanakan beberapa kali selama proses PKL berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Identifikasi Kasus&lt;br /&gt;Untuk menemukan sumber penyebab masalah di atas diperlukan banyak informasi, tentunya diperlukan banyak teknik maupun metode untuk mendapatkan informasi tersebut, setelah menemukan data-data mengenai YC maka data tersebut harus diolah secara cermat.&lt;br /&gt;1. Pengumpulan Data&lt;br /&gt;a. Observasi&lt;br /&gt;Observasi dilakukan sekitar satu minggu untuk memantau apakah informasi yang diperoleh benar adanya, observasi dilakukan dengan cara mencari informasi kepada teman-temannya sekaligus mengamati kegiatannya pada jam istirahat dan jam belajar. Data hasil wawancara dengan beberapa teman menyatakan bahwa YC:&lt;br /&gt;o Sering ke kantin&lt;br /&gt;o Sering menimpali guru&lt;br /&gt;o Pernah berkelahi&lt;br /&gt;o Beberapa tidak masuk sekolah&lt;br /&gt;b. Wawancara&lt;br /&gt;Wawancara merupakan cara yang sangat efektif dalam menggali data dari konseli, dari hasil wawancara didapatkan data tentang:&lt;br /&gt;o Keluarga&lt;br /&gt;o Permasalahan yang dia alami&lt;br /&gt;o Kepribadiannya&lt;br /&gt;o Teman sekelasnya&lt;br /&gt;o Pelajaran&lt;br /&gt;o Prestasi belajar&lt;br /&gt;o Minat dan bakat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Diagnosa&lt;br /&gt;Dari data yang diperoleh dari observasi dan wawancara, ternyata YC cukup mudah bersosialisasi meskipun beberapa kali terlibat adu fisik, minat terhadap pelajaran juga kurang.&lt;br /&gt;Kemungkinan Sebab:&lt;br /&gt;1. YC menjadi agresif dan kurang berminat terhadap pelajaran karena sebagai kompensasi atas kekecewaan terhadap ayahnya.&lt;br /&gt;2. YC menjadi agresif dan kurang berminat terhadap pelajaran karena merindukan hadirnya sosok ibu.&lt;br /&gt;3. YC menjadi agresif dan kurang berminat terhadap pelajaran karena sikap ayahnya yang dianggap terlalu strength terhadap aktivitas akademisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan Akibat:&lt;br /&gt;1. YC dijauhi teman-temannya&lt;br /&gt;2. YC mempunyai banyak musuh&lt;br /&gt;3. Ketinggalan mata pelajaran&lt;br /&gt;Waktu konseling YC dipanggil saat jam pelajaran sedang berlangsung, wawancara dilakukan di masjid agar konseli lebih bebas menyampaikan isi hatinya karena “sungkan” dengan guru BK.&lt;br /&gt;Jika dipetakan dengan cara lain, factor yang menyebabkab kondisi konseli seperti dijelaskan di atas diantaranya karena faktor internal dan eksternal.&lt;br /&gt;Faktor Internal:&lt;br /&gt;1. Kekecewaan yang dialaminya di dalam keluarga&lt;br /&gt;2. Mengedepankan ego sehingga teman sekelasnya kurang nyaman.&lt;br /&gt;Faktor Eksternal:&lt;br /&gt;1. Perbedaan prinsip antara teman satu kelasnya, sehingga dia sering menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Prognosa&lt;br /&gt;Langkah ini dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami peserta didik masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia, baik yang bersifat direktif, non direktif maupun eklektik.&lt;br /&gt;Konseling direktif  : proses konseling dimana yang paling berperan ialah konselor, konselor berusaha mengarahkan klien sesuai dengan masalahnya.&lt;br /&gt;Non-directif  : teknik ini kebalikan dari teknik directif dimana semuanya berpusat pada klien, konselor hanya menampung dan mengarahkan pembicaraan yang berperan adalah klien dan klien bebas bicara.&lt;br /&gt;Konseling eklektif  : campuran dari kedua teknik di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bentuk pendekatan di atas, seorang konselor perlu juga membuat alternatif pemecahan masalah jika dirasa bantuan tersebut kurang sesuai dengan klien, beberapa alternatif tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Ketrampilan berkomunikasi&lt;br /&gt;2. Ketrampilan bersosialisasi&lt;br /&gt;3. Ketrampilan menyelesaikan masalah&lt;br /&gt;4. Melakukan perubahan diri dengan membuat konsep diri yang kemudian komitmen untuk dilakukan agar terjadinya perubahan.&lt;br /&gt;Dan di sini langkah yang saya ambil adalah menggunakan pendekatan Eklektik, saya memilih pendekatan tersebut dalam menyelesaikan masalah agar dalam proses konseling tidak terjadi ketimpangan peran. Tidak hanya klien saja yang berperan melainkan kedua belah pihak antara klien dengan konselor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Treatment&lt;br /&gt;Langkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atas masalah yang dihadapi klien berdasar pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru pembimbing atau konselor, maka pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri (intervensi langsung) melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia. Namun, jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing/konselor sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten (referal atau alih tangan kasus).&lt;br /&gt;Langkah-Langkah Pelaksanaan Bantuan/Konseling&lt;br /&gt;Pada proses konseling saya menggunakan pendekatan Client Center Konseling (konseling berpusat pada individu) Carl P Roger. Dalam hal ini YC lebih memiliki masalah dalam pribadinya (self) yang kurang kongruen dengan pengalaman interaksi yang kurang baik.&lt;br /&gt;1. Tahap Persiapan&lt;br /&gt;Pada tahap ini, sebelum konselor melakukan pendekatan pada klien, hendaknya sudah mempersiapkan segala data yang diperlukan, hal yang  saya lakukan adalah memperoleh data awal terlebih dahulu tentang YC pada teman kelas, sehingga dengan adanya begitu banyak informasi konselor akan lebih memahami lagi kasus YC. Data awal juga saya peroleh dari konselor sekolah. Setelah itu baru saya melakukan pendekatan pada YC dengan memanggil YC (menggunakan surat panggilan siswa), dan melakukan proses konseling di majid sekolah (untuk menjaga privasi konseli).&lt;br /&gt;2. Tahap Eksplorasi&lt;br /&gt;Pada tahap ini yang terpenting adalah konselor menciptakan hubungan baik dengan klien, membangun saling kepercayaan, menggali penggalaman klien pada perilaku yang lebih dalam, mendengarkan apa yang menjadi perhatian klien, menggali pengalaman-pengalaman klien dan merespon isi, perasaan, dan arti apa yang dibicarakan klien.&lt;br /&gt;Di sini YC mulai terbuka, mengungkapkan semua masalahnya, menceritakan segala sesuatu tentang dirinya. Dan saya mulai mengeluarkan simpati dan empati dengan duduk diam menunggu hingga dia selesai bercerita.&lt;br /&gt;3. Tahap Perumusan Masalah&lt;br /&gt;Pada tahap ini klien dan konselor merumuskan dan membuat kesepakatan masalah apa yang sedang dihadapi, disini saya dan YC sepakat bahwa masalah yang dia hadapi adalah masalah  kekecewaannya di dalam keluarga yang berimbas pada tata hubungannya dengan teman-emannya dan akademisnya.&lt;br /&gt;4. Tahap Identifikasi Alternatif&lt;br /&gt;Di sini konselor dan klien membuat pemecahan masalah yang dihadapi klien dengan tidak memaksakan kehendak konselor melainkan klien itu sendiri dan konselor memberikan arahan sekaligus bimbingan atas keputusan yang ia buat. Di sini YC merencanakan perubahan tingkah laku selama satu minggu, ia membuat konsep perubahan tingkah laku dengan dibantu konselor. Jika keputusan ini tidak berhasil maka disusunlah alternatif lainnya sebagaimana dalam prognosis.&lt;br /&gt;5. Tahap Perencanaan&lt;br /&gt;YC dan konselor membuat perencanaan perubahan tingkah laku dimulai dari hari pertama ke kantin walau hanya sekedar jalan-jalan, mulai melakukan pengendalian diri ketika berinteraksi dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;6. Tahap Tindakan Atau Komitmen&lt;br /&gt;Tindakan berarti operasionalisasi perencanaan yang disusun, di sini YC hanya melakukan perubahan berupa pengendalian ego.&lt;br /&gt;7. Tahap Penilaian Dan Umpan Balik&lt;br /&gt;Konselor dan klien perlu mendapatkan umpan balik dan penilaian tentang keberhasilannya, jika ternyata gagal maka perlu dicari apa penyebabnya dan perlu dilakukan rencana-rencana baru, selengkapnya dapat dilihat pada tahap Evaluasi dan Follow Up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;F. Evaluasi dan Follow Up&lt;br /&gt;Cara apapun yang ditempuh, evaluasi dan follow up (tindak lanjut) seyogyanya tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi peserta didik.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan evaluasi bimbingan dan konseling, Depdiknas telah memberikan kriteria-kriteria keberhasilan layanan bimbingan dan konseling yaitu:&lt;br /&gt;1. Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh peserta didik berkaitan dengan masalah yang dibahas;&lt;br /&gt;2. Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan,&lt;br /&gt;3. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.&lt;br /&gt;Dari hasil Konseling dapat dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana keberhasilan seorang konselor dalam membantu klien mengenai masalah yang dihadapinya. Evaluasi dilakukan dengan berbagai macam cara agar dapat melihat perkembangan sekaligus perubahan  yang dilakukan klien setelah proses konseling, Yaitu:&lt;br /&gt;1. Konselor mengobservasi YC pada saat jam Istirahat, ternyata YC dapat bersikap baik kepada teman-temannya ketika di kantin.&lt;br /&gt;2. YC tidak lagi resisten terhadap teman yang dulu pernah dia ajak berkelahi.&lt;br /&gt;Dari hasil observasi di atas dapat disimpulkan bahwa proses konseling hanya berhasil 20% saja, ini berarti adanya kegagalan dalam proses konseling dan harus mencari apa penyebabnya. Faktor kegagalan disebabkan adanya beberapa faktor antara lain :&lt;br /&gt;1. Konselor belum professional dalam hal ini sedang dalam tahap belajar&lt;br /&gt;2. Adanya waktu yang relative sempit sehingga tidak dapat diberikan checklist atau alat lainnya seperti home visit.&lt;br /&gt;3. Belum adanya kemauan klien untuk merubah dirinya menjadi seorang yang memiliki kepandaian dalam berinteraksi social.&lt;br /&gt;4. Belum terlaksanakannya bantuan secara utuh sebagaimana yang tertulis dalam tahap prognosa.&lt;br /&gt;5. Belum tergalinya data secara utuh dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui hasil evaluasi maka perlu ditindak lanjuti yaitu:&lt;br /&gt;1. Terus mengontrol tingkah laku YC terutama memberikan bimbingan bidang pribadi dan social&lt;br /&gt;2. Mengulang proses konseling yang telah gagal&lt;br /&gt;3. Menggali data secara utuh dan mendalam&lt;br /&gt;4. Membuat checklist&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-5770169431673850042?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/5770169431673850042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/06/laporan-studi-kasus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/5770169431673850042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/5770169431673850042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/06/laporan-studi-kasus.html' title='LAPORAN STUDI KASUS'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-3169844789813860929</id><published>2011-06-27T10:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T10:56:04.004-07:00</updated><title type='text'>Pemberontak*</title><content type='html'>Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tipe penentang aktif. Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena merasa tidak dihargai oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa, karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan mengomel atau membentak-bentak karena kemalasannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk “menundukkan” anak-anak yang pemberontak seperti ini tidaklah tepat jika menggunakan bentakan, kemarahan yang membabi buta, dan nasehat yang panjangnya seperti kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih komunikasi satu arah, ajak anak berbicara dan tetapkan bersama konsekuensi-konsekuensi atas perilakunya tersebut. Kuatkan hati untuk menegakkan konsekuensi dengan kepala dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* diambil dari bintangbangsaku.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-3169844789813860929?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/3169844789813860929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/06/pemberontak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/3169844789813860929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/3169844789813860929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/06/pemberontak.html' title='Pemberontak*'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-4206081620406082565</id><published>2011-03-20T21:16:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T21:33:19.126-07:00</updated><title type='text'>Jangan Remehkan Pikiranmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sebuah refleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seringkali kita tidak sadar terhadap kekuatan fikiran. kita baru menyadari kekuatan tersebut ketika apa yang dulu sering kita pikirkan dan terwujud dalam ucapan hari menjadi suatu kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu ketika masih menjadi mahasiswa tingkat awal, aku sering ditanya oleh temen-temen aktivis yang tidak seorganisasi denganku. "gung, kamu berencana lulus kapan?". spontan aku menjawab, "maksimal semester sembilan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku sudah menjadi angkatan tertua di kampus, ucapanku yang dulu kini mulai menjadi kenyataan. menurut hitunganku yang rigid, harusnya aku sudah free kuliah semester delapan dan harus sudah fokus untuk mengerjakan tugas akhir. apa lacur, ternyata aku ndak bisa mrogram skripsi, padahal batas sks maksimalku udah tergolong tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah,, aku juga heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berfikirlah yang positif, karena diri kita mempunyai mekanisme kerja yang secara tidak sadar akan menuruti apa yang pernah kita fikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah seorang yang positif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-4206081620406082565?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/4206081620406082565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/03/jangan-remehkan-pikiranmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/4206081620406082565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/4206081620406082565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2011/03/jangan-remehkan-pikiranmu.html' title='Jangan Remehkan Pikiranmu'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-3730610700497592274</id><published>2009-02-19T17:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T17:47:03.388-08:00</updated><title type='text'>PONARI, sebuah tamparan untuk pemerintah</title><content type='html'>Dua minggu belakangan berbagai media baik cetak maupun elektronik ramai membincangkan sosok bocak 10 tahun bernama ponari. Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dari dirinya kecuali batu yang dimilikinya. Dengan batu yang konon sakti, dia membuka praktek pengobatan. Banyak testimony tentang kesembuhan pasien pasca meminum air yang sudah dicelupi batu-yang menurut sebuah stasiun tv swasta- berasal dari dewa petir. Meski banyak juga yang kecewa karena tak kunjung mendapat kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya membludaknya “pasien” ponari bukan semata-mata diakibatkan oleh oleh pola piker masyarakat yang percaya pada hal-hal yang berbau klenik. Banyak factor lain yang menyebabkan laris manisnya “praktek pengobatan” ponari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan mungkin bias menjadi salah satu factor lain tersebut. Cukup dengan biaya kurang dari sepuluh ribu perak, calon pasien sudah bias mendapat tiket untuk menuju kesembuhan. Bandingkan dengan praktik dokter di Surabaya, yang hanya untuk meminta surat keterangan dokter saja membutuhkan biaya lima belas ribu rupiah. Segelas air mineral seharga lima ratus rupiah untuk sekali tenggak tentu lebih murah jika dibandingkan dengan resep dokter yang diminum tiga kali sehari dan terkadang belum mampu memberikan kesembuhan dalam waktu dua hari. Ponari tentu saja memberikan pilihan alternative kepada masyarakat. Selain murah, dia juga memberikan penawaran lain yakni berupa kesembuhan instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga punya andil yang cukup besar terhadap fenomena ponari ini. System layana kesehatan yang dikelola pemerintah belum mampu menyedot perhatian khalayak ramai. Puskesmas yang menjadi ujung tobak pelayanan pemerintah dalam bidang kesehatan dinilai kurang memuaskan sehingga ramailah orang berbondong-bondong mencari pengobatan alternative. Administrasi berbelit disamping layanan yang kurang ramah dari petugas jaga adalah sedikit dari banyak factor yang membuat masyarakat menjauh dari puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja puskesmas memberikan pelayanan yang murah dan baik bak pelayanan kepada raja, niscaya praktek pengobatan ponari dan praktek-praktek lain yang sejenis akan ditinggalkan masyarakat dengan sendirinya. Kita layak berharap agar pemerintah bias mewujudkan system pelayanan kesehatan yang prima. Semoga pemerintah dapat melaksanakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-3730610700497592274?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/3730610700497592274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2009/02/normal-0-false-false-false.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/3730610700497592274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/3730610700497592274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2009/02/normal-0-false-false-false.html' title='PONARI, sebuah tamparan untuk pemerintah'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5644150570524732516.post-1063031149636673323</id><published>2009-02-17T18:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T18:40:07.614-08:00</updated><title type='text'>pentingnya kehadiran</title><content type='html'>setelah satu semester&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5644150570524732516-1063031149636673323?l=anakagunk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anakagunk.blogspot.com/feeds/1063031149636673323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2009/02/pentingnya-kehadiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/1063031149636673323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5644150570524732516/posts/default/1063031149636673323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anakagunk.blogspot.com/2009/02/pentingnya-kehadiran.html' title='pentingnya kehadiran'/><author><name>inilah aku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15791225404404455255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
